Saat demi saat berdetik pergi,
Putaran masa tetap berlalu,
Meninggalkan aku termanggu di sebuah persimpangan,
persimpangan sebuah kerinduan...
Tersesat di dalam cahaya,
teraba di dalam sinar yang terang,
lantas,
sepi kembali mendatangi jiwa,
Carikkan carikkan rindu, noda dan dosa kembali bercantum,
Bayangan kisah silam bagai dilayarkan kembali pada pandangan mata,
Bagai dilakar pada kanvas minda,
Terhijab tirainya.
Terzahir segalanya.
setiap satu itu,
walau sebesar zarah,
mengintai tabir naluri
Hingga menitis airmata ini...
Rindu kembali menggigit kalbu...
Ya...
Rindu ini,
Rindu yang tak mampu di luahkan...
Rindu yang hanya mampu di pendam,
Rindu yang telah kukunyah dalam diam dan penuh seksaan...
Yang sehingga detik ini,
ianya telah membusuk,
bernanah,
dan kesakitannya kian memamah tiap pelusuk jasadku,
yang makin hari makin susut kudrat dan iradatnya...
biarpun jiwa ini derita,
Doa ini,
tetap diutuskan dan dititipkan...
Ditiupkan pada angin lalu,
dilayangkan pada gumpalan awan,
dibisikan pada bayu malam,
agar dirimu,
bahagia dan dirahmati selalu...
Jauh di sudut hati,
aku teringin...
Untuk mendengar suaramu membisikkan ucapan itu padaku...
Namun aku tahu,
aku tidak berhak untuk mendengarnya...
Atau aku memang tidak mungkin akan mendengarnya dari bibir munggilmu itu...
Percayalah,
aku tak pernah melupakan dirimu,
Aku amat menyayangi dirimu,
Dan sayang berserta rindu ini,
pasti akan ku bawa ke mati
Sehingga ke liang lahad
Sehingga ke penghujung nafasku
Sehingga terputus nyawaku...
~VIVIANURAZURA~
23/01/13
2:00 am
LUMUT,PERAK
Tiada ulasan:
Catat Ulasan