~Cerita Dia dan Selimut Dambaannya~
Terbaring kelelahan
Mengerekot batang
tubuhnya
Sehingga lutut bertemu
dagu
Sehingga mengerutup
giginya
Dia meraung tanpa
bersuara
Menahan kesakitan dan
derita
Sekadar ditemani air
mata
Yang laju bercucuran
Membasahi pipi
cengkungnya...
Kesakitan itu menjelma
lagi buat dirinya
Raungan bisu dirinya
bergema lagi
Lara dan derita yang
seketika dahulu menghilang
Kini kembali menerobos
dan menusuk lalu bermastautin di kamar jiwanya.
Sakitnya dia!
Deritanya dia!
Tatkala tubuhnya
berkalih dalam kepayahan
Bibirnya yang lesu
mengungkap nama Yang HAQ,
Memohon dalam bisikkan
lemah
Supaya DIA mengirimkan
malaikatNYA!
Dia merayu penuh
kepayahan,
Semoga kesakitan duniawi
yang ditanggungnya
Bisa terhenti dan terhapus
tatkala selimut putih hadir menutupi jasad kakunya nanti...
Dia tahu...
Kesakitan yang
ditanggungnya kini
Bisa menghapuskan
dosa-dosa silamnya.
Dia tahu,
Yang HAQ menyaksikan
segalanya
Dan dia juga tahu,
Yang HAQ sayangkan
dirinya sehingga dia diuji sebegitu rupa!
Namun,
Dia seolah tidak mampu
lagi menahan dan menahan derita
Iman nipisnya tidak
berdaya lagi menerima Qhada dan QhadarNYA,
Tatkala rohnya sudah
tidak terdaya
menelan lara yang
berkampung di jiwanya!
Walaupun dia tahu
meminta pengakhiran
dariNYA itu berdosa,
dia tetap berbisik dan
berdoa!
biarpun dia tahu
pengakhiran itu
merupakan permulaan kehidupan di Sana,
yang sejuta kali ganda
peritnya dari dunia,
dia tegar meminta!
Dia tetap mahukan
pengakhirannya.
Dia tetap mahu dilamar
Izrail lalu bernikah dengan ajal!
kerna bagi dirinya,
itulah penamat segala kesakitan
dan deritanya!
Bagi dia kini,
Hanya selimut putih yang
didambakannya
Dan selimut dambaannya
itu
Hanya akan hadir tatkala
Izrail sudahpun melamarnya
Selimut dambaannya itu
akan hadir
Untuk menyelimuti jasad
kakunya setelah dia bernikah dengan ajalnya!
Hurmmm...
Nais benar dirinya...!
~vivianurazura~
06/01/15
23.55pm Perak.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan